Tawanan
Oleh: Baylicia Rasheeda
Menawan jejak
tertambat ruang hampa,
bergulir dan terayun
memuai kemudian berlabuh.
Akankah sang benih,
mekar merekah?
Hati yang tertawan
terperdaya manis lengkungan
indah di wajahnya,
miliki hati bergemuruh,
takut sewaktu-waktu rubuh.
Kini dapat ku rasakan,
mekar bunga di awal musim semi.
Vibrasi visual terasa menyengat
kesampingkan sungkan yang memulai
tertatih, ia merangkak.
Berjalan, dia berlari
ku rasakan waktu rehat sejenak.
Dipikiran rona merah menyapa,
tak ayal mimpi berkelana jauh
mengarungi samudera mimpi
laksana memulai langkah kecil.
Lelah dengan gamang,
rasa bergemang itu bergeming
Ledak, tembak, dan bunuh!
Bila masa di ujung tanduk,
kan ku pastikan,
tawan masamu lekang dalam hari.