Simfoni di Balik Selimut

 Simfoni di Balik Selimut
Oleh: Silvy Ragil Ananda

Pagi ini, Helios seolah terbit dari
senyummu.
Mengubah pahit kafeinku, menjadi semanis
dubai chewy cookie yang viral itu.

Rindu ini adalah pengelana
yang kehilangan peta.
Ia selalu tersesat, dan akan pulang ke matamu,
satu-satunya naunganku.

Dunia kini hanya selebar mankai
sebab ke mana pun aku memandang
wajahmu lah yang terngiang

Jantungku bak gong pada gamelan,
alegori penting pada
hubungan

Nadirku mencuat, sayang
setiap kali namaku dengan lembut
kau ucapkan..