Mendarat Tidak Selamat

 

Mendarat Tidak Selamat

Oleh: Asma Nadia Hasuna

Tembakau dan cengkih menggulung,

terbakar berlubang berapi abu. 

Lembayung jadi saksi bisu

Bahwasanya kau dan aku, hampir meramu.


Kilat-kilat roda dua beririsan,

Menggeliat di antara dua tangan yang memeluk pada apa-apa yang ia percayai sebagai rumah.

Sebelum engkau terpanah bernanah,

nyaris tak terlihat, granat keparat.


“Sayang, kau tidak apa-apa?”

Ialah siasat berayat.


Mari ku jamu kau diam-diam,

pada malam-malam purnama terniscaya,

ia mencipta pemuja luka-lukanya.