Pulih
Oleh: Aulia
Mekarlah pelan-pelan
Tak ada bunga yang tergesa
untuk menjadi indah.
Biarkan waktu
menyulam kembali
kelopak-kelopak hatimu
yang pernah gugur oleh kecewa.
Jangan lagi bertanya,
“Apa yang kurang dari diriku?”
Sebab cinta yang tak menetap
tak pernah mampu
mengukur utuhnya dirimu.
Rawatlah retakanmu
dengan doa dan syukur,
barangkali dari sanalah
Tuhan menumbuhkan
bunga-bunga paling indah.
Tak perlu menoleh
pada musim yang telah berlalu.
Teruslah berjalan,
sebab setiap langkahmu
sedang menuju
perempuan yang lebih lembut,
lebih kuat,
dan lebih bahagia
karena telah belajar
mencintai dirinya sendiri.
Semoga suatu hari nanti,
saat kau bercermin,
yang kau temukan
bukan lagi sisa-sisa luka,
melainkan seseorang
yang berhasil mekar
setelah sekian lama
belajar pulih.