Bayangan Harapan

 

Bayangan Harapan

Oleh: Rasya Cinthia Haifa

Melewati malam berselimut keheningan, 


saat langit menangis menjadikannya aliran hujan.


Di sana, ada satu titik terang pada penantian panjang,


sebab hanya bayangmu yang mengambil peran.




Ada debar yang tak sabar menanti hadirmu,


sosok tegar yang selalu kurindukan. 


Saat kuingat kembali senyumanmu perlahan, 


perasaan ini tumbuh dan kian membesar. 




Detik waktu terus berputar tak lagi terhitung, 


terselip di antara harapan yang melambung. 


Kini seluruh doa kupasrahkan pada Sang Agung, 


berharap rasa yang ada takkan lagi terbendung.