PEREMPUAN DI UJUNG PENGHARAPAN
Oleh Qonitah Zalikhah Yuselly
Di dunia yang tidak selalu memandang,
mereka melangkah dengan mata yang menatap jauh,
menyimpan mimpi di balik senyum,
dan keberanian di balik diam yang jarang dimengerti.
Sering dianggap lemah,
hanya karena mereka perempuan.
Hak yang seharusnya milik mereka
tertinggal di tangan dunia yang acuh,
dan kata-kata mereka sering teredam
di tengah ribut yang menguasai ruang.
Namun mereka tetap berjalan.
Langkahnya sunyi, tapi menegakkan arah,
menggenggam cita-cita yang berat,
menanam doa dalam hening,
dan menahan badai tanpa harus menggerakkan lidah.
Setiap jatuh adalah pelajaran,
setiap ketidakadilan adalah kekuatan,
setiap rintangan menjadi batu pijakan
untuk melompat lebih tinggi.
Ia yang hebat bukan yang selalu dilihat,
tetapi yang tetap teguh,
yang menata diri ketika dunia melupakan,
yang menjadi cahaya tanpa harus dikenal,
yang tetap percaya pada arah yang dipilihnya sendiri.
Untuk semua puan yang berjuang di luar sana
tetaplah melangkah, meski gelap menutup jalan,
tetaplah percaya, meski dunia lupa memberi ruang,
cukup menjadi diri sendiri,
cukup menyalakan cahaya yang kamu bawa,
cukup menegakkan langit di atas kepalamu sendiri.