Pernahkah merasakan yang namanya jatuh cinta? iya itu yang sedang kualami, mengapa rasanya seperti ini ya? begitu tenang, dan menyenangkan diwaktu yang bersamaan. Iya, dia laki-laki berkacamata yang membuat aku seperti ini. Datang tanpa aba-aba dengan segala pesona yang dimilikinya, meruntuhkan tembok tinggi yang telah kubuat untuk orang-orang baru yang akan hadir dalam hidupku. Mudah ternyata bagi dia untuk meluluhkan aku si orang yang kaku dan baru pertama kali merasakan hal-hal romantisasi dewasa di usia 20 an awal ini hehehehe. Tidak pernah terlintas akan memiliki hubungan bernama pacaran oleh lelaki dengan tinggi 175 cm dan kacamata bulat khas yang selalu ia pakai kemanapun. Hanya berawal dari sekedar menanyakan serta memastikan diri ini selamat sampai rumah, hingga berakhir menjadi sosok yang siap siaga dalam kondisi apapun, tak pernah mengeluh. Hanya senyum dan kata yang terucap adalah “Ga ada kata capek, kalau liat kamu selalu baik-baik aja”
Ah, dasar lelaki berkacamata itu. Kata-kata yang keluar dari mulutnya memang manis sekali, sangat wajar banyak perempuan lain yang menaruh hati. Dari perkataan, perbuatan, dan sikap yang ia tunjukkan akan membuat siapapun jatuh hati pada pandangan pertaama. Laki-laki yang tidak pernah aku sangka akan menjadi bagian dari hidup huru-hara perkuliahan semester akhir, sosok laki-laki yang dengan berani menemui kedua orang tuaku dan berani untuk menggengam tangan ini melangkah ke jenjang yang lebih serius. Ya, sosok lakilaki ini sekarang telah resmi menjadi pasangan sehidup semati dan berjanji dihadapan Tuhan bahwa akulah, pasangan sehidup semati nya. Tidak yang lain “Mari bersama-sama lebih lama lagi, sampai nafas terakhir berhembus. Tetap disini, jangan pergi kemana-mana. Tetaplah menjadi rumah tak berbentuk bangunan untuk ku” Yaaaa sangatlah manis siapapun yang mendengarnya akan jatuh hati, tapi sayangnya laki-laki berkacamata itu. Aku suka dan dia milikku seorang. Semoga di kehidupan saat ini dan di kehidupan selanjutnya, kita selalu bersama.